Kisah Perjuangan Player Free Fire

Disebuah dunia bernama Bumi tinggalah seorang anak yang unik, yang tinggal dengan neneknya, anak itu bernama Adit GG Gaming sering dipanggil Adit, Seorang anak yang rajin belajar dan berdiskusi dengan temannya, ia merupakan anak yang dipandang spesial diwilayah tempat tinggalnya, ia selalu mendapat ranking 1 dari sd sampai smp kelas 2, namun tidak disaat kelas 3 smp.

Disaat memasuki kelas 3 SMP Adit, sedikit kaget ketika teman temannya membawa HP dan memiringkannya, bukan hanya itu, dalam HP temannya terdengan suara orang berperang dan teriakan melempar granat, sontak Adit ingin melihat ada apa yg terjadi dengan HP milik temannya, anak yang gaptek dan kuno itu pun kaget ketika sebuah HP bisa menjalankan game, wajar saja karena Adit tidak pernah menyentuh HP, ia merupakan anak yang dibilang spesial dan unik, ternyata Adit tertarik dengan permainan itu, permainan itu bernama King Maharaja Free Fire Battleground atau anak anak biasa menyebutnya dengan Freefire.

Sepulang dari sekolah Adit merengek ke neneknya minta HP untuk bermain freefire, neneknya pun mengajaknya membeli HP di dekat alun alun Purwokerto, Neneknya merasa Adit pantas mendapatkan HP karena ia anak yang penurut, dan rajin belajar. Sepulang membeli HP Nenek dan Adit makan di Soto H Loso di Jalan Bank, Adit pun membuka HP yang baru dibelinya dan langsung menginstall Freefire.

Setelah sampai dirumah, Adit mengajak teman temannya untuk bermain Freefire di tempat Wifi Gratis milik Pak RT, disaat itulah Adit mulai aneh, teman temannya pun melihat seperti ada yang tidak beres dalam diri Adit, ia sangat menjiwai dalam bermain game Freefire itu, temannya pun berhasil ia gendong dalam hari itu, senang dan heran yang dirasakan temannya, ia berhasil promosi rank dalam Freefire namun ia juga kaget melihat Adit seperti orang yang kecanduan game itu.

Hari berlalu, kecanduan Adit terhadap Freefire semakin bertambah, diminggu pertamanya ia bermain Freefire ia semakin malas membantu neneknya, tidak mau lagi belajar, bahkan beberapa kali bolos tidak masuk sekolah, bulan berikutnya waktu yang harusnya ia gunakan untuk belajar guna mempersiapkan Ujian Sekolah agar dapat memasuki SMA favorit di tempatnya, ia habiskan waktu itu untuk bermain game Freefire, ia tidak menghiraukan teguran neneknya.

Disaat wakti Ujian Sekolah tiba, Adit berangkat sekolah dengan raut yang tidak bahagia, lirikan mata teman teman seangkatannya seakan ada yang aneh dengan Adit, bagaimana tidak, Adit ternyata sudah sering kali bolos dan banyak mendapat panggilan ke BK, namun ia masih mendapat kesempatan untuk mengikuti Ujian Sekolah karena ia sering kali mendapat juara mewakili sekolahnya.

Singkat cerita, Adit mulai menyesal membuang buang waktunya hanya untuk bermain game Freefire tanpa belajar, ia merasa tidak maksimal dengan usahanya saat mengerjakan Ujian Sekolah, bagaimanapun nasi sudah jadi bubur, Adit akan menerima konsekuensinya jika hal yang terburuk akan terjadi, ia kini mulai melakukan kegiatan positif lainnya seperti dahulu, giat belajar dan membantu neneknya dalam melakukan kegiatan di rumah.

Saat liburan menunggu masuk SMA, Adit mendapat informasi ada turnamen Freefire dari King Garena Indonesia, temannya mengajak Adit untuk bermain sekaligus menjadi leader dalam tim, namun Adit merasa sudah tidak punya bakat dalam game Freefire karena ia sudah hampir sebulan tidak memainkannya, dengan itu Adit meminta izin ke neneknya untuk bermain game kembali, neneknya pun memberikan izin bermain Freefire dan mengikuti turnamen, dengan syarat tetap belajar, sholat 5 waktu, dan jangan lupa tadarus Quran, Adit pun setuju, dan ia mulai berlatih kembali bermain Freefire dengan temannya.

Persiapan sudah matang, uang saku mereka kumpulkan agar bisa pergi ke jakarta, salam perpisahan dan doa tidak lupa mereka ucapkan ke keluarga, mereka berempat datang ke Jakarta untuk menghadiri Freefire Wasweswos Tournament, Adit dan tiga kawannya tetap optimis mereka menang, round demi round berlalu dan akhirnya telah keluar ketiga juaranya, namun team Adit tidak terpanggil, Adit merasa hidupnya diujung tanduk dan ia mengabari ke neneknya yang dirumah bahwa ia tidak lolos, neneknya pun menasehati dan memberikan semangatnya.

Ternyata walau tidak masuk dalam tiga besar, ada kejutan bagi Adit saat namanya dipanggil oleh pembawa acara bahwa dia mendapat MVP dari tournament itu, temannya pun memberikan semangat, dan ia tidak lupa mengabari lagi ke neneknya, setelah itu banyak organisasi esport team besar meminta kontak Adit agar dapat berdiskusi secara langsung untuk mengkontrak Adit di teamnya, Adit merasa sangat bersyukur karena dapat menyandang gelar MVP di turnamen Freefire.

Mohammad Hikam AK (2211102278)

Komentar